Friday, August 28, 2026
EBITDA Positif dari City Of Dreams Sri Lanka Tingkatkan Pertumbuhan John Keells
Pertumbuhan

EBITDA Positif dari City Of Dreams Sri Lanka Tingkatkan Pertumbuhan John Keells

· 2 min read

Pencapaian Gemilang City Of Dreams Sri Lanka City of Dreams Sri Lanka memberikan nilai tambah signifikan bagi John Keells Holdings dengan mencatatkan EBITDA sebesar LKR388,72 juta atau sekitar $1,16 juta pada kuartal yang berakhir 30 Juni. Hasil ini kontras dengan kerugian LKR999,73 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan Positif Sejak Peluncuran

Jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2025, ada perkembangan yang mencolok. Diresmikan pada Agustus 2025, properti ini menunjukkan peningkatan berkelanjutan. City of Dreams Sri Lanka, bagian dari unit leisure dan hospitality John Keells, terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal tersebut. Peningkatan EBITDA ini didorong oleh melesatnya tingkat hunian dan kenaikan tarif rata-rata kamar. Kasino di lokasi ini juga mengalami kinerja yang meningkat. John Keells pun mengantongi pendapatan sewa dari operasional perjudian tersebut.

Manajemen oleh Melco Resorts

Kasino dan hotel Nuwa di bawah payung City of Dreams dikelola oleh Melco Resorts & Entertainment, sebuah operator kasino ternama asal Hong Kong. Proyek ini menandai resor pertama Melco di kawasan Asia Selatan dan juga yang pertama di Sri Lanka. Resor Megah di Colombo dengan nilai investasi mencapai US$1,2 miliar, resor ini bercita-cita menjadi "Macau di India," dan sekaligus mengincar turis dari Rusia, China, dan Timur Tengah.

Dengan skala dan desainnya yang terintegrasi, resor ini termasuk pengembangan hospitality paling menonjol di negara ini. Di dalamnya, hotel Cinnamon Life dengan 687 kamar dioperasikan oleh John Keells, yang merupakan bagian penting dari pengembangan lebih besar City of Dreams Sri Lanka dan turut melengkapi fasilitas leisure di kompleks resor.

Kendala Operasional

Meskipun EBITDA menunjukkan kenaikan, John Keells mengakui bahwa profitabilitas sektor leisure-nya terdampak oleh tantangan operasional. Konflik di Timur Tengah disebut sebagai penghambat perjalanan dan mengurangi minat dari sejumlah pasar utama. Catatan kehati-hatian ini memberikan gambaran kinerja keseluruhan pada kuartal ini. Meskipun segmen hotel dan kasino menunjukkan perbaikan berkelanjutan, tantangan perjalanan internasional tetap membebani bisnis leisure secara umum.

Tanda-Tanda Operasional Awal yang Positif

Bagi John Keells, performa EBITDA kuartal kedua ini menjadi salah satu indikator awal yang menjelaskan performa resor setelah resmi diluncurkan. Meski ada kemajuan, bisnis ini masih pada tahap awal siklus operasionalnya. Kehadiran City of Dreams Sri Lanka semakin memperkuat keyakinan bahwa meskipun tantangan regional masih ada, momentum dasar bisnis tetap kokoh.